{"id":17746,"date":"2025-10-21T22:46:19","date_gmt":"2025-10-21T15:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/efek-medsos-pada-otak-remaja-disamakan-dengan-heroin-ini-temuan-ilmiahnya\/"},"modified":"2025-10-21T22:46:20","modified_gmt":"2025-10-21T15:46:20","slug":"efek-medsos-pada-otak-remaja-disamakan-dengan-heroin-ini-temuan-ilmiahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/efek-medsos-pada-otak-remaja-disamakan-dengan-heroin-ini-temuan-ilmiahnya\/","title":{"rendered":"Efek Medsos pada Otak Remaja Disamakan dengan Heroin, Ini Temuan Ilmiahnya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"1215\" data-end=\"1572\">Politikus Jerman dari partai CDU, Jens Spahn, memicu perdebatan publik setelah menyatakan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok dapat memberikan efek terhadap otak yang mirip dengan penggunaan <strong data-start=\"1429\" data-end=\"1439\">heroin<\/strong>. Pernyataan tersebut ia gunakan sebagai dasar untuk mendorong <strong data-start=\"1502\" data-end=\"1571\">larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun<\/strong>.<\/p>\n<p>Artikel berjudul <strong>Efek Medsos pada Otak Remaja Disamakan dengan Heroin, Ini Temuan Ilmiahnya<\/strong> ini kami hadirkan kembali dalam versi ringkas agar Anda bisa langsung menangkap inti pembahasannya tanpa harus membaca keseluruhan berita di sumber utama. Isinya kami pilih dari topik yang sedang ramai dibicarakan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"1574\" data-end=\"1671\">Namun apakah pernyataan ini hanya retorika politik, atau benar-benar didukung oleh temuan ilmiah?<\/p>\n<p data-start=\"2046\" data-end=\"2240\">Berdasarkan studi yang dikaji oleh Leopoldina, sebagian besar remaja yang kecanduan media sosial memperlihatkan respons neurologis dan psikologis yang <strong data-start=\"2197\" data-end=\"2239\">serupa dengan pola kecanduan narkotika<\/strong>.<\/p>\n<hr style=\"margin:20px 0;border:0;border-top:1px solid #eee;\">\n<div style=\"font-size:14px;line-height:1.6em;color:#444;\">\n<p>    Kami menyajikan ringkasan dari artikel ini untuk memudahkan Anda memahami pokok pembahasannya. Anda bisa membaca berita selengkapnya melalui tautan di bawah ini:<\/p>\n<div style=\"margin-top:15px;display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n    <a href=\"https:\/\/www.trenmedia.co.id\/efek-medsos-pada-otak-remaja-disamakan-dengan-heroin-ini-temuan-ilmiahnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\" style=\"background:#83101c;color:#fff;border:none;padding:20px 14px;border-radius:6px;cursor:pointer;font-weight:600;line-height:0px;\"><br \/>\n      Baca Selengkapnya \u2192<br \/>\n    <\/a>\n  <\/div>\n<\/div>\n<p style=\"font-size:13px;color:#777;margin-top:10px;\">\n  Sumber: <a href=\"https:\/\/www.trenmedia.co.id\/efek-medsos-pada-otak-remaja-disamakan-dengan-heroin-ini-temuan-ilmiahnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">TrenMedia.co.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Politikus Jerman dari partai CDU, Jens Spahn, memicu perdebatan publik setelah menyatakan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok dapat memberikan efek terhadap otak yang mirip dengan penggunaan heroin. Pernyataan tersebut ia gunakan sebagai dasar untuk mendorong larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun. Artikel berjudul Efek Medsos pada Otak Remaja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17747,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-17746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1761061580_benarkah-terlalu-sering-mengakses-media-sosial-bisa-membuat-tidak-percaya-diri1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb6KUu-4Ce","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17746"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17748,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17746\/revisions\/17748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}