{"id":17365,"date":"2025-10-21T04:26:48","date_gmt":"2025-10-20T21:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/cara-membuat-telur-dadar-padang-tanpa-kelapa-dan-tepung-tetap-tebal-dan-gurih-meski-sudah-dingin\/"},"modified":"2025-10-21T04:26:49","modified_gmt":"2025-10-20T21:26:49","slug":"cara-membuat-telur-dadar-padang-tanpa-kelapa-dan-tepung-tetap-tebal-dan-gurih-meski-sudah-dingin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/cara-membuat-telur-dadar-padang-tanpa-kelapa-dan-tepung-tetap-tebal-dan-gurih-meski-sudah-dingin\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Telur Dadar Padang Tanpa Kelapa dan Tepung, Tetap Tebal dan Gurih Meski Sudah Dingin"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"994\" data-end=\"1297\"><strong data-start=\"994\" data-end=\"1016\">Telur dadar Padang<\/strong> terkenal dengan teksturnya yang tebal, warna cokelat keemasan, dan cita rasa gurih khas Minang. Biasanya, telur ini dibuat dengan tambahan kelapa parut atau tepung untuk menciptakan volume dan kekentalan. Namun, bagaimana jika kamu ingin membuat versi yang lebih simpel dan sehat?<\/p>\n<p>Artikel berjudul <strong>Cara Membuat Telur Dadar Padang Tanpa Kelapa dan Tepung, Tetap Tebal dan Gurih Meski Sudah Dingin<\/strong> ini kami hadirkan kembali dalam versi ringkas agar Anda bisa langsung menangkap inti pembahasannya tanpa harus membaca keseluruhan berita di sumber utama. Isinya kami pilih dari topik yang sedang ramai dibicarakan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"1299\" data-end=\"1511\">Kabar baiknya, kamu tetap bisa membuat <strong data-start=\"1338\" data-end=\"1384\">telur dadar Padang tanpa kelapa dan tepung<\/strong>, dengan hasil akhir yang tetap tebal, empuk, dan gurih. Kuncinya terletak pada teknik mengocok dan cara menggoreng yang tepat.<\/p>\n<hr style=\"margin:20px 0;border:0;border-top:1px solid #eee;\">\n<div style=\"font-size:14px;line-height:1.6em;color:#444;\">\n<p>    Kami menyajikan ringkasan dari artikel ini untuk memudahkan Anda memahami pokok pembahasannya. Anda bisa membaca berita selengkapnya melalui tautan di bawah ini:<\/p>\n<div style=\"margin-top:15px;display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n    <a href=\"https:\/\/www.trenmedia.co.id\/cara-membuat-telur-dadar-padang-tanpa-kelapa-dan-tepung-tetap-tebal-dan-gurih-meski-sudah-dingin\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\" style=\"background:#83101c;color:#fff;border:none;padding:20px 14px;border-radius:6px;cursor:pointer;font-weight:600;line-height:0px;\"><br \/>\n      Baca Selengkapnya \u2192<br \/>\n    <\/a>\n  <\/div>\n<\/div>\n<p style=\"font-size:13px;color:#777;margin-top:10px;\">\n  Sumber: <a href=\"https:\/\/www.trenmedia.co.id\/cara-membuat-telur-dadar-padang-tanpa-kelapa-dan-tepung-tetap-tebal-dan-gurih-meski-sudah-dingin\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">TrenMedia.co.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telur dadar Padang terkenal dengan teksturnya yang tebal, warna cokelat keemasan, dan cita rasa gurih khas Minang. Biasanya, telur ini dibuat dengan tambahan kelapa parut atau tepung untuk menciptakan volume dan kekentalan. Namun, bagaimana jika kamu ingin membuat versi yang lebih simpel dan sehat? Artikel berjudul Cara Membuat Telur Dadar Padang Tanpa Kelapa dan Tepung, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17366,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[115],"tags":[],"class_list":["post-17365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1760995608_Resep-Telur-Dadar-Padang-1024x6831-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb6KUu-4w5","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17367,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17365\/revisions\/17367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualanbarang.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}