Ulen Champion, Jajanan Tradisional Cita Rasa Kontemporer

0
161

Wartawan: Megha Kusumaningtrias Nugraha (MG-436) | Editor: Deasy Mayasari

JualanBarang, BANDUNG – Wisata kuliner di kota Bandung tidak pernah kehabisan ide untuk menampilkan kreativitas dan keunikan yang berbeda. Misalnya, Nursidik Eka Setia Permana, salah satu pemilik beras ketan Ulen Champion, telah mengangkat beras ketan ulen atau uli, jajanan tradisional Jawa Barat, menjadi makanan kekinian dengan berbagai rasa.

Dengan asumsi iseng-iseng dengan bahan-bahan yang biasa di rumahnya. Pemilik Ulen Juara, Sidik, saat itu serius menjalankan bisnisnya. Sekitar tahun 2014, ia mulai menjual ulennya hanya melalui media sosial atau online.

Seiring berjalannya waktu, usahanya melebarkan sayap ke berbagai pameran kuliner di Bandung seperti ‘Bandung Culinary Night’ hingga melanjutkan kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandung.

ketan-Ulen-Juara-b.jpgAneka jenis produk ketan Ulen Champion. (Foto: Instagram/ulenjuara)

“Ngomong-ngomong, kami sekarang juga bekerja sama dengan Dinas KUKM Kota Bandung,” kata pemilik Ulen Juara.

Hingga saat ini, Ulen Champion masih fokus pada penjualan online, seperti di akun Instagram miliknya @ulenjuara. Dari sisi penjualan, ia mengaku sudah menjangkau ke luar kota seperti Jakarta, Bali, Aceh.

“Untuk Facebook namanya Ulen Champion dan penjualan kami juga melalui WhatsApp. Untuk luar kota biasanya kami kirimkan dalam bentuk beku,” jelasnya.

Selebihnya, kata dia, konsumen terbanyak berasal dari Bandung dan Jabodetabek. Wali Kota Bandung Yana Mulyana bahkan mengaku sudah menjadi pelanggan tetap Ulen Champion.

“Bahkan, orang nomor satu di Bandung sudah berlangganan. Dan sudah tiga kali acara, kami sudah didampingi walikota, Alhamdulillah kok,” ujar pria berusia 35 tahun itu.

Bagi Sidiq, ulen adalah jajanan favoritnya sejak kecil. Pemilihan ulen sebagai komoditas juga bertujuan untuk melestarikan makanan tradisional yang sudah jarang ditemukan. Bahkan, sejak ulen pertama, momen Idul Fitri kerap menjadi sajian istimewa.

Baca Juga:  5 rekomendasi film bertema polisi korea, dijamin seru!

“Sekaligus melestarikan makanan yang sudah lama terlupakan,” kata Sidik yang mewakili Kecamatan Regol pada acara Forum RW di Balai Kota Bandung.

Menurut Sidik, ciri khas nasi ketan Jawa Barat adalah kuah oncomnya. Oncom sendiri merupakan sambal khas sunda yang merupakan hasil fermentasi berbagai jenis jamur atau jamur pada permukaan makanan basi. Pengolahannya mirip dengan tempe, meski ada beberapa perbedaan.

Umumnya oncom dibuat dari kacang kedelai atau bagian dari lontong. Resepnya juga terdiri dari beberapa bumbu pilihan. Sehingga memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang cukup tinggi.

ketan-Ulen-Juara-c.jpgProduk beras ketan rasa original dengan sambal oncom. (Foto: Instagram/ulenjuara)

Nama ketan Ulen Juara sepertinya bukan sekadar nama merek. Tapi juga berisi doa mujarabnya sendiri untuk Sidik. Alhasil, saat itu, ia berhasil meraih juara pertama kategori kuliner unik dalam ajang ‘Bandung Seuhah’ yang digelar di Balai Kota Bandung tiga pekan lalu.

Ulen Champion sendiri memiliki berbagai macam rasa seperti original, pedas, isi ayam dan isi keju yang meleleh dari dalam. Sedangkan untuk ulen asli, pakai sambal oncom sebagai pelengkap. Selain ulen, ada juga produk cabai oncom yang dijual terpisah. Diakuinya, bahan-bahannya dipilih dari herbal yang berkualitas, bersih dan higienis.

Untuk menjaga kualitas, pembuatan Ulen Champion dilakukan dengan cara tradisional tanpa menggunakan mesin. Produk kuliner buatan sendiri ini juga menjadi andalan Sidik untuk mengenalkan kembali makanan khas Jawa Barat melalui inovasi-inovasi kekiniannya. Kemasan yang ia gunakan juga dinilai sangat ramah lingkungan.

“Karena produksinya masih tradisional, kami tidak bisa memproduksi terlalu banyak. Jadi kami lebih memperhatikan kualitas, agar pembeli bisa mendapatkan atau membuat produk yang lebih segar ketika ada pesanan.” Jelas bahwa Sidik membantu istrinya menjual.

Baca Juga:  Serasoft Atasi Masalah Rambut Hijab Dan Luncurkan Serasoft Serum Shampoo Hijab 3in1

Menurut Sidik, produksinya bisa mencapai 200 ulen dalam sehari. Namun, kata dia, produksi tergantung jumlah pesanan yang masuk. Misalnya, pada bulan Ramadhan atau Idul Fitri, jumlah produksi rata-rata bisa melebihi rata-rata.

“Misalnya kalau waktu padat, seperti puasa dan lebaran, biasanya kita overload,” jelasnya.

Ia pun berharap produk ini bisa go international. Karena dia yakin produk ulennya bisa lebih unggul dari jajanan luar yang hanya dijual musiman. Selain itu, kata dia, produk ini juga sebagai upaya melestarikan jajanan tradisional Jawa Barat.

“Makanan ini sebisa mungkin lestari, jangan sampai kalah dengan makanan luar negeri seperti Korea. Jadi makanan pokok di negeri sendiri,” kata pengusaha Ulen Juara, Sidik Balai Kota Bandung.

**)


Dapatkan update informasi JualanBarang Indonesia pilihan setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan gabung. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.


Ulen Juara Ulen Juara Bandung Nasi Ketan Juara Band Kuliner Bandung Kuliner Kota Bandung Bandung Penerbit

JualanBarang adalah Toko Belanja Online dengan konsep One-stop Shopping.
Anda bisa membeli produk dan barang di sini secara mudah dan cepat tanpa harus daftar.

Sumber Link: Kunjungi website

Pasang Iklan Gratis JualanBarang.com adalah situs jual beli online dan pasang iklan gratis. Dimana anda bisa menjual produk/jasa dan barang bekas anda disini secara gratis.

arrow